Salah seorang psikolog Amerika bernama Dr. James Dobson menyatakan keprihatinannya bahwa banyak remaja menjadi dewasa dengan konsep cinta romantis yang menyimpang. Remaja seakan-akan diajari untuk mencampur-adukkan cinta sejati dengan nafsu. Untuk memperbaiki keadaan ini, Dobson menyodorkan sebuah kuis dibawah ini beserta pembahasannya. Kalian cukup memilih benar atau salah. Kuis ini diambil dari salah satu bukunya, Romantic Love: How to Be Head Over Heels and Still Land on Your Feet.
1. Cinta pada pandangan pertama dialami sejumlah orang. B - S
2. Membedakan cinta sejati dari nafsu sangat mudah. B -S
3. Pasangan yang saling mencintai dengan tulus tidak akan bertengkar ataupun berdebat. B - S
4. Jika sepasang pria dan wanita sungguh-sungguh saling mencintai, maka kesukaran dan masalah sama sekali tidak akan mempengaruhi hubungan mereka. B - S
5. Lebih baik menikah dengan orang yang tidak tepat daripada tetap sendiri dan kesepian seumur hidup. B - S
6. Melakukan hubungan seksual pranikah tidak akan menjadi masalah sejauh pasangan tersebut memiliki interaksi yang berbobot. B -S
7. Jika sepasang pria dan wanita saling mencintai dengan cinta yang murni, maka keadaan seperti itu akan berlangsung seumur hidup. B - S
8. Masa pacaran yang singkat (enam bulan atau kurang) adalah yang paling baik. B - S
9. Para remaja lebih mampu mencintai dengan tulus daripada orang dewasa yang lebih tua. B - S
Pembahasan kuis:
Kesembilan pernyataan dalam kuis tersebut adalah salah, karena semuanya mencerminkan 9 konsep makna cinta romantis yang telah disalah-artikan.
1.Cinta pada pandangan pertama merupakan suatu yang tidak mungkin, karena cinta bukan semata-mata gairah perasaan romantis atau sekedar daya tarik seksual yang kuat. Semua perasaan yang muncul pada pandangan pertama dan bersifat sementara itu bukanlah cinta, karena hal tersebut hanya menyangkut orang yang sedang mengalaminya dan hanya sedikit sekali kaitannya dengan orang yang dicintai. Orang semacam itu tidak jatuh cinta kepada orang lain, tapi ia jatuh cinta kepada cinta itu sendiri.
2.Tidak mudah membedakan cinta sejati dari nafsu. Gairah romantisme naik-turun tergantung pada keadaan. Sedangkan cinta sejati tidak ditentukan oleh naik-turunnya perasaan tersebut, tetapi tergantung pada komitmen dan kemauan untuk memelihara api cinta itu tetap menyala dalam keadaan apapun.
3.Pasangan yang saling mencintai tidak luput dari pertengkaran dan perbedaan pendapat. Tetapi bagaimanapun juga ada perbedaan antara pertengkaran yang sehat dengan yang tidak sehat. Dalam konflik yang sehat, pasangan akan tetap terfokus pada penyebab timbulnya perbedaan opini tersebut dan tidak menimpakan kemarahan kepada pribadi pasangannya, sehingga mereka dapat menyelesaikan persoalan mereka dengan kompromi dan negosiasi.
4.Konsep umum yang keliru mengenai arti cinta sejati adalah bahwa cinta itu dapat berdiri kokoh mengatasi segala masalah. Sesungguhnya cinta sangat rentan terhadap penderitaan dan trauma, juga seringkali goyah ketika diserang badai kehidupan.
5.Hidup melajang sepanjang hayat tidak terlalu menyakitkan dibandingkan senantiasa bertikai dengan pasangan yang tidak tepat dalam pernikahan yang tidak bahagia. Sesungguhnya hidup seorang diri dapat juga menjadi sebuah kehidupan yang berarti dan memuaskan. Nggak jarang timbul kasus seseorang yang berkomitmen nggak bakal menikah. Misalnya, salah satu novelis terkenal, Ayu Utami.
6.Jika disalurkan secara eksklusif di dalam pernikahan, aspek seksual akan menghasilkan kestabilan dan tanggung jawab. Sedangkan kegiatan seks yang sembarangan di luar pernikahan, membawa akibat buruk yang dapat menghancurkan hidup suatu individu atau masyarakat dan bahkan suatu bangsa. Seks bebas menimbulkan terjadinya aborsi, penyakit kelamin bahkan kematian karena virus AIDS.
7.Cinta, bahkan cinta sejati, adalah sesuatu yang rapuh. Cinta harus dipelihara jika ingin langgeng. Cinta dan pernikahan dapat mati jika dibiarkan tidak terpelihara.
8.Masa pacaran yang singkat menyebabkan orang yang bersangkutan mengambil keputusan mengenai pernikahan dengan kompulsif (bersifat menuruti kata hati) dan itu merupakan tindakan penuh resiko.
9.Cinta murni merupakan komitmen yang tidak mementingkan diri sendiri, tetapi memberi dan memperhatikan. Untuk melaksanakan komitmen tersebut dibutuhkan kematangan yang cukup (yang biasanya belum dimiliki oleh para remaja). Cinta remaja merupakan bagian yang menggairahkan dalam masa pertumbuhan, namun jarang memenuhi kriteria guna menciptakan hubungan lebih mendalam yang mampu membuat pernikahan berhasil.





DarimaNa Q daPat k0nsep maKna Cinta Say...?
KaLo dpt maQ maKna Cinta itu aPa...aJari ka' nah...
Cupcup...ahhhh....:)